Selasa, 31 Desember 2013


EKSPERIMENT 

             Iron stone crushed into powders. The powder was washed with distilled water until clear and then dried in an oven at a temperature of 70 °C. The dried powder is was separated with a magnetic separator in other to obtain pure powder Fe2O3

            Then test the X-ray fluorescence (XRF) to determine the content of the quantitative elements contained in both the iron ore and which have not been extracted and test DTA-TGA to determine element mass which is reduced due to temperature increase. 

           After that iron powder synthesized by co-precipitation method, in which the iron powder which has been extracted Fe2O3 was dissolved in 60 ml HCl 37% M and stirred with a speed of 650 rpm at 70 °C during 30 minutes. Then FeCl3 solution is formed, later dripped gradually NaOH solution at temperatures 100 °C until precipitate is formed Fe(OH)3.

         After that precipitate was washed repeatedly with distilled water until pH 7. subsequently precipitated Fe (OH) 3 produced, then filtered, dried and calcined at a temperature of 700 ° C, 800 ° C, 860 ° C, 900 ° C with holding time each sample was 5 hours. The results were characterized with UV-Vis spectrometer to determine absorbances.
The influence of calcination temperature on the optical properties of hematite (α-Fe2O3)

Abstract- The influence of calcination temperature on the optical properties of antiferromagnetic materials has been researched. Hematite (α-Fe2O3) is antiferromagnetic material with a rhombohedral lattice shape which has stable properties due to the influence of heat. The methods used are co-precipitation, which produces precursors in the form of FeCl3. Test results with X-ray fluorescence (XRF) showed that the biggest mineral content is with percentage of 98.02% Fe2O3 and test results with DTA-TGA showed occurrence of depreciation 1.8 mg mass at a temperature of 280 °C and 2.7 mg at a temperature of 860 °C, while testing by UV-Vis spectrometer was obtained absorbance of each is 1.573 a.u. at a temperature of 700 °C, 1.308 a.u at a temperature of 800 °C, 1.225 a.u at a temperature of 860 °C and 0.847 a.u at a temperature of 900 °C which can be regarded as a semiconductor material with a large energy gap of each that is 1.862eV, 1.948eV, 2.044eV and 2.243eV.

Keywords— HematiteX-Ray Fluorescence (XRF), Co-precipitation, Calcination, Energy Gap, UV-Vis Spectrometer. 

Minggu, 27 Oktober 2013

Membran Silika Tempurung Kelapa

Kesimpulan Penelitian
Pada penelitian ini, pembuatan membran silika dengan bahan dasar tempurung kelapa merupakan salah satu solusi yang penulis tawarkan sebagai teknologi alternatif ramah lingkungan untuk filtrasi kadar garam, bakteri serta partikel logam dari air laut. Pemanfaatan tempurung kelapa ini juga dapat meningkatkan nilai guna dan ekonomis dari limbah tempurung kelapa. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan dan telah dianalisa dipembahasan, penulis dapat menyimpulkan sebagai berikut:
·         Dari hasil karakteristik sifat fisis membran, menunjukkan bahwa dengan variasi penambahan silika 0 gram dengan ukuran rata-rata pori-pori adalah  385.1 nm, 1 gram dengan ukuran rata-rata pori-pori 1.59 µm, 3 gram dengan ukuran rata-rata pori-pori1.55 µm, 5 gram dengan ukuran rata-rata pori-pori dan 375.6 nm membuat membran berpori. Membran silika yang telah dibuat dimungkinkan mampu mereduksi partikel dan bakteri dengan ukuran 400 nm hingga 2 µm sebab membran yang telah dibuat memiliki pori-pori ratusan (nm).

·         Hasil filtrasi yang telah dilakukan (debit aliran, kerapatan serta porositas), menjadikan membran lebih selektif. Kemampuan terbaik dalam filtrasi ditunjukkan membran dengan penambahan silika 5 gram dimana debit alir membran semakin menurun dengan nilai 0.058 (ml/menit), kerapatan membran semakin kecil 1.67 (gr/cm3)  dengan porositas 6.67 % dan lebih baik dari penambahan silika 0 gram, 1 gram, 3 gram sebagaimana dijelaskan pada pembahasan. Sedangkan hasil pengujian pH meter menunjukkan semakin banyak penambahan silika 5 gram semakin menurunkan kadar garam  dengan pH 8.73 .Kesimpulan
Pada penelitian ini, pembuatan membran silika dengan bahan dasar tempurung kelapa merupakan salah satu solusi yang penulis tawarkan sebagai teknologi alternatif ramah lingkungan untuk filtrasi kadar garam, bakteri serta partikel logam dari air laut. Pemanfaatan tempurung kelapa ini juga dapat meningkatkan nilai guna dan ekonomis dari limbah tempurung kelapa. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan dan telah dianalisa dipembahasan, penulis dapat menyimpulkan sebagai berikut:
·         Dari hasil karakteristik sifat fisis membran, menunjukkan bahwa dengan variasi penambahan silika 0 gram dengan ukuran rata-rata pori-pori adalah  385.1 nm, 1 gram dengan ukuran rata-rata pori-pori 1.59 µm, 3 gram dengan ukuran rata-rata pori-pori1.55 µm, 5 gram dengan ukuran rata-rata pori-pori dan 375.6 nm membuat membran berpori. Membran silika yang telah dibuat dimungkinkan mampu mereduksi partikel dan bakteri dengan ukuran 400 nm hingga 2 µm sebab membran yang telah dibuat memiliki pori-pori ratusan (nm).
·         Hasil filtrasi yang telah dilakukan (debit aliran, kerapatan serta porositas), menjadikan membran lebih selektif. Kemampuan terbaik dalam filtrasi ditunjukkan membran dengan penambahan silika 5 gram dimana debit alir membran semakin menurun dengan nilai 0.058 (ml/menit), kerapatan membran semakin kecil 1.67 (gr/cm3)  dengan porositas 6.67 % dan lebih baik dari penambahan silika 0 gram, 1 gram, 3 gram sebagaimana dijelaskan pada pembahasan. Sedangkan hasil pengujian pH meter menunjukkan semakin banyak penambahan silika 5 gram semakin menurunkan kadar garam  dengan pH 8.73 .